Modal Utama Sukses Sebagai Seorang Salesman

Apakah modal utama untuk meraih kesuksesan sebagai seorang sales? Apabila pertanyaan ditujukan kepada anda yang mungkin sudah lama berkecimpung di bidang penjualan ataupun masih baru sebagai seorang sales, apakah jawaban anda?

Kenapa saya mengangkat topik ini kembali yang sebenarnya mungkin sudah sering saya coba sampaikan. Ide ini timbul setelah saya mengalami problem dimana seorang sales dipandang tidak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan dia bekerja, sedangkan sang sales merasa oke oke saja. Karena dia merasa tuntutan yang diberikan lingkungannya adalah sesuatu yang menurut dia bukan merupakan prosedur dalam pekerjaan. Lebih kearah kepuasan pribadi baik itu berkaitan dengan sikap maupun rasa kebersamaan, misalnya memberi ucapan terimakasih apabila sudah dibantu. Tidak cukup masalah diatas kemarin saya bertemu dengan seorang teman dan berdiskusi betapa sekarang susah sekali mencari seorang sales yang bisa mengambil inisiatif, mau berkorban dan terus belajar hal hal baru tanpa diminta.

Salesman

Salesman

Saya tidak akan mengomentari problem diatas karena saya takutkan akan terjadi suatu pro dan kontra karena setiap pribadi pasti mempunyai pendapat sendiri sendiri. Tapi minimal dari hal diatas bisa menjawab pertanyaan saya diawal tulisan ini. Yang paling dibutuhkan sebagai syarat mencapai kesuksesan sebagai seorang sales adalah ”People Skill”. Yaitu kemampuan berbicara dan bersikap terhadap diri sendiri dan kepada orang lain. Memang dalam pengambilan sikap itu suatu pilihan, kita bisa bersikap tidak acuh dengan kepentingan orang lain dengan dalih suatu oraganisasi kerja dan kewajiban atau kita memilih untuk merelakan dan merendahkan hati untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Percaya atau tidak dengan memilih sikap kedua maka dalam jangka panjang anda akan memetik buahnya. Memang tidak mudah tetapi disitulah kematangan kepribadian dan people skill seseorang akan terlihat. Kita tidak bisa mengharapkan hasil yang lebih baik kecuali kita lebih dulu memberikan yang terbaik. Kita tidak akan dibantu orang lain dengan sendirinya kalau kita sendiri tidak membantu orang lain tanpa diminta. Kita tidak akan dapat belajar tanpa kita mau berisiatif mengerjakan pekerjaan lain diluar yang merupakan kewajiban kita. Sukses tidak hanya membutuhkan keahlian tetapi lebih membutuhkan kematangan pribadi dan sikap yang positif.

Kita harus ingat bahwa pekerjaan kita sebagai seorang sales bukan pekerjaan yang rendah, justru pekerjaan ini merupakan salah satu jalan anda akan bisa mendapatkan penghasilan (kalau diukur dari sisi materi) yang lebih baik dan yang penting ”tidak terbatas” (terutama yang bekerja dengan sistem komisi). Jadi anda memilih bersikap kaku atau fleksibel itu sebenarnya ukurannya adalah hasil, kalau anda bisa menghasilkan dua kali lebih banyak dengan mengorbankan sebagian kecil saja untuk orang lain, mana yang lebih berharga menurut anda. Memberi tidak melulu dari segi materi ataupun sesuatu yang mahal. Suatu kenyataan bahwa dibidang sales maupun dibidang manapun hanya sebagian saja dari mereka yang sukses. Coba tanyakan kepada mereka bagaimana resepnya, pasti selalu berawal kepada kemampuan berinteraksi dengan orang lain. Baik dengan sesama rekan kerja  maupun dengan pelanggan mereka. Mereka mau memberi lebih tanpa diminta, karena itu merupakan perwujudan dari suatu kebersamaan dan kepedulian buat rekan kerja maupun service lebih sebagai ucapan terimakasih kita kepada pelanggan (meskipun itu adalah inisiatif dari diri sendiri). Jadi selain kita belajar banyak tentang teknik menjual, porsi paling besar harus diberikan kepada pembelajaran”people skill”.

Semoga anda setuju dengan pendapat saya ini.

Sumber : kiatpenjualan.com

Posted on 2 Mei 2011, in Info and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: