Tips menjadi Ibu Rumah Tangga yang Baik dan Professional

Seorang wanita yang telah menikah dengan sendirinya akan memegang status ibu rumah tangga. Tapi walaupun demikian  untuk bisa menjalaninya tentu butuh persiapan. Karena kualitas seorang ibu rumah  tangga, sangat tergantung pada cara  berpikirnya mengenai makna ibu rumah tangga itu sendiri. Di bawah ini adalah  tips bagi anda yang bercita-cita menjadi ibu rumah tangga yang profesional:

ibu rumah tangga islami

ibu rumah tangga islami

1. Menikmati peran ibu rumah tangga.
Ini merupakan titian pertama,  yang dapat mengantarkan ke gerbang kehidupan aman, tentram, damai, dan rileks tanpa dihinggapi stres  ataupun beban ketika terjun menjalankan karier full time mother. Untuk  menciptakan kadar profesional, menikmati peran “kerja” sangat diperlukan. Dimana  dia mengetahui dengan jelas seluk beluk, tantangan dan reward jika menjalankan  aktivitas tersebut.

2. Memiliki visi dan motivasi.
Menjadi ibu rumah tangga adalah  profesi, sama halnya dengan pekerjaan di luar rumah. Karena butuh keahlian,  pengetahuan dan ketrampilan dalam menjalankannya. Agar semuanya berjalan secara  profesional tanpa ada perasaan malu, risih ataupun jengah, seorang ibu rumah  tangga juga perlu memiliki visi dan motivasi yang jelas, tidak semata-mata  dijalankan karena keterpaksaan. Visi adalah wawasan jauh ke depan yang ingin  dicapai dalam kurun waktu tertentu. Visi adalah sumber motivasi yang menggerakan  hati untuk berbuat sesuatu. Dengan adanya visi dan motivasi tersebut, maka paradigma bahwa peran ibu rumah tangga adalah  menjemukan akan hilang sedikit demi  sedikit.

3. Mampu mengkolabarasikan Leadership dan friendship secara  seimbang.Leadership atau jiwa pemimpin juga diperlukan oleh ibu rumah  tangga untuk dapat mengarahkan anggota keluarganya. Dia menempatkan diri agar  dapat bermanfaat bagi anggota keluarganya serta mampu mengambil tindakan yang  dirasakan perlu untuk kepentingan keluarga. Seorang ibu rumah tangga juga harus  memiliki jiwa bersahabat (friendship). Di mana ia mampu menempatkan diri menjadi  seorang sahabat yang penuh pengertian dengan tutur bahasa yang menyenangkan,  tidak menghakimi jika mencium gelagat tidak baik dalam rumah tangganya sehingga  timbul keakraban dan keterbukaan antar anggota keluarga. Mengembangkan forum  diskusi dan komunikasi dua arah.

4. Memiiki management of time control.
Berbeda dengan pekerja  kantoran yang selalu diatur waktu, maka seorang ibu rumah tangga punya hak untuk  mengatur waktu kerjanya. Bos baginya adalah dirinya sendiri. Malas-rajin,  lambat-cekatannya, tergantung bagaimana dia dapat memanajemen waktunya secara  profesional. Memanfaatkan waktu secara optimal-efektif dan efisien- akan  mendatangkan hasil optimal hingga menciptakan kepuasan yang tinggi bagi diri  sendiri dan orang lain. Dengan adanya kepuasan diri akan tumbuh rasa menikmati  bahkan mencintai peran ibu rumah tangga.

5. Mampu bertindak sebagai corporate secretary
Dalam rumah tangga, seorang  suami sangat membutuhkan sekretaris perusahaan (istri) sebagai tangan kanannya  (orang yang dapat dipercaya). Untuk memenuhinya maka Seorang ibu rumah tangga  harus memiliki kemampuan dan keahlian dalam bidang manajerial, berkomunikasi, interpersonal skill untuk mengagendakan  rencana-renca rumah tangganya.

6. Pengelola keuangan yang cerdas
Hal ini dapat diketahui dari adanya buku  neraca keuangan rumah tangga (berisikan pemasukan dan pengeluaran). Ini  diperlukan untuk mengontrol keuangan dan mengupayakan adanya penghematan dalam  megelola aset serta menyisakannya untuk tabungan masa depan.

7. Juru masak handal
“Cinta  datang dari perut”, maksudnya sebuah cinta dapat muncul dari masakan yang  disuapkan ke mulut hingga perut merasa kenyang terisi. Seorang ibu rumah tangga  yang dapat menyajikan masakan lezat bagi keluarga tentu akan memberikan kenangan  tersendiri di lidah, dan rindu untuk selalu pulang ke rumah karena ingin  mencicipinya kembali.

8. Pendidik yang terdidik
“Ibu adalah sekolah yang pertama bagi  anak-anak”. Dengan ilmu pengetahuannya, seorang ibu rumah tangga akan tahu  bagaimana mendidik anak (memberikan ilmu dan hal-hal yang dibutuhkan anak),  sehingga kelak mampu mengantar anak pada gerbang kesuksesan.

9. Mampu mengaktualisasikan diri
Dengan adanya aktualisasi diri,  diharapkan seorang ibu rumah tangga tidak merasa terkukung pada rutinitas.  Aktualisasi dapat berupa menyalurkan hobi, melakukan pekerjaan yang disenangi,  atau memiliki waktu pribadi, dengan tanpa megabaikan peran utamanya sebagai ibu  rumah tangga.

Sumber : http://www.sebuahtips.info/

About these ads

Posted on 5 Mei 2011, in Info and tagged , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. Bagaimana suamiku tdk peraya lg dgan aku
    Padahal kebutuhanku itu lbh banyak jl suamiku ga mau bantu

  2. … bila ada pemilihan manajer terhebat diseluruh dunia…yang pasti terpiih adalah seorang Ibu Rumah Tangga…!

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: